Sekitar tiga tahun yang lalu,saya pernah mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Adil Sempoa Mandiri(ASMA)Bandung,Kerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA(KPM)Bogor. Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh pimpinan KPM yaitu Dr.Ridwan Saputra.Pada pelatihan tersebut dibahas soal-soal matematika Realistik dengan fokus pada soal cerita.Hal yang menarik pada penyelesaian soal-soal adalah kita tidak harus selalu menggunakan rumus-rumus matematika,tetapi dapat diselesaikan dengan menggunakan kekuatan logika untuk dapat menemukan pola dari persoalan yang diberikan.
Harapan Dr.Ridwan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah berkembangnya kemampuan nalar peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal matematika,dan berkembangnya kemampuan guru dalam membuat soal-soal matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik,sihingga peserta didik merasakan bahwa matematika sangat dekat atau melekat pada kehidupan mereka.
Materi pelatihan ini dikhususkan untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang memiliki minat tinggi terhadap pelajaran matematika,sehingga selesai pelatihan kami diharuskan membimbing maksimal 10 anak,kemudian perkembangan kemampuan anak dilaporkan setiap bulan melalui hasil tes dengan tujuan mencari anak berbakat matematika yang nantinya dibimbing langsung oleh beliau untuk dapat berkompetisi di tingkat internasioanl.
Sebulan setelah selesai pelatihan,saya mencoba membimbing 10 anak tingkat SD,pada awal pertemuan mereka merasa bahwa soal-soal yang mereka dapatkan walaupun realistik tetapi memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.Namun seiring berjalannya waktu,walaupun yang mampu bertahan hanya 6 orang anak,namun saya dapat melihat perkembangan kemampuan nalar anak yang relatif pesat,dan anak-anak berkomentar setelah mempelajari soal-soal yang realistik dengan penekanan pada kekuatan nalar,mereka merasakan kemudahan dalam memahami materi-materi matematika yang mereka pelajari di sekolah.
Dengan berbekal pengalaman tersebut,saya mencoba menerapkan konsep matematika realistik ini pada peserta didik di sekolah dimana saya bertugas,dan ternyata bukan hal yang mudah untuk saya lakukan.Mengapa?kendalanya ada pada diri saya sendiri,kemampuan saya untuk membuat soal yang realistik dan sesuai dengan materi ajar yang harus dipelajari anak masih sangat minim.Pembuatan LKS yang kadang menjadikan siswa kebingungan karena ada hal yang kurang jelas atau terlewat untuk sampai pada kesimpulan yang seharusnya peserta didik temukan,penggunaan alat peraga yang kurang efektif,sehingga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan,dan ketika dilaksanakan tes berdasarkan pengalaman penggunaan alat peraga ,ternyata pengalaman mereka menggunakan alat peraga belum dapat mereka maknai.Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi diri saya sendiri,untuk terus berkreasi dan memperbaiki segala kekurangan berdasarkan pengalaman yang telah dijalani.
Satu hal yang saya yakini,bahwa pembelajaran matematika realistik akan sangat membantu peserta didik dalam memahami dan menemukan konsep-konsep matematika,juga akan mampu mengembangan potensi nalar peserta didik.
Kamis, 25 Desember 2008
Sabtu, 06 Desember 2008
Usaha-usaha (saya) untuk mencapai kualitas ke dua dalam PBM matematika:
Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui,memahami,melakukan sesuatu,hidup dalam kebersamaan,dan mengaktualisasikan diri.Dengan demikian,kegiatan pembelajaran perlu:(1)berpusat pada peserta didik,(2)mengembangkan kreativitas peserta didik,(3)menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang,(4)bermuatan nilai,etika,estetika,logika,dan kinestetika,dan(5)menyediakan pengalaman yang beragam.(buku 3, materi pelatihan terintegrasi,2004:15).Standar proses pembelajaran matematika sekolah menurut NCTM:pemecahan soal,pemahaman dan bukti,komunikasi,hubungan,penyajian.Dari uraian di atas,menunjukkan bahwa seorang pendidik,khususnya pendidik matematika memerlukan:(1)perubahan paradigma mengajar,(2)kreativitas pendidik melaksanakan pembelajaran,(3)sikap inovatif,(4)bersikap terbuka terhadap perubahan dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Usaha-usaha saya untuk dapat mencapai kualitas kedua dalam pembelajaran matematika,berdasarkan pengalaman dan rencana ke depannya diantaranya:(a)membuat RPP yang manggammbarkan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran,(b)memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar dan kondisi siswa,(c)membuat LKS yang didalamnya terangkum semua proses pembelajaran yang membimbing peserta didik untuk dapat menggunakan konsep yang telah mereka pahami untuk mendapatkan/menemukan konsep baru,(d)meningkatkan kemampuan untuk dapat lebih memahami kondisi peserta didik,(e)meningkatkan kemampuan untuk dapat mendokumentasikan perkembangan kemampuan peserta didik,(f)meningkatkan kualitas komunikasi dengan teman sejawat sebagi usaha mencari dan menemukan solusi dalam mengahadapi peserta didik yang cenderung bermasalah,(g) memamfaatkan secara maksimal MGMP matematika untuk mengembangkan kemampuan pembelajaran, dan (h)senantiasa merefleksi setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Selama ini saya baru bisa:(a)menjalin hubungan dengan peserta didik,melalui kuisioner atau dialog lansung di dalam kelas untuk mengetahui kondisi psikologis dan keinginan mereka dalam pembelajaran matematika tanpa pendokumentasian,(b)menciptakan rasa nyaman ketika pembelajaran berlansung dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengungkapkan hasil pemikirannya tanpa memberikan komentar benar atau salah,(c)memcoba membuat LKS,dan(d)memcoba membuat alat peraga sederhana.
Dari pengalaman pembelajaran selama ini,saya baru melihat dan mendapatkan informasi dari beberapa peserta didik,diantaranya:(a)mereka merasa nyaman ketika belajar,dengan alasan tidak merasa tegang ketika belajar(b)adanya peningkatan minat belajar matematika hanya pada beberapa siswa,(c)belum tercapainya kompetensi yang diharapkan,(d)adanya kesenjangan yang relatif tinggi antara siswa yang mampu melakukan pembelajaran dengan siswa yang masih belum dapat mengikuti proses pembelajaran.
Usaha-usaha saya untuk dapat mencapai kualitas kedua dalam pembelajaran matematika,berdasarkan pengalaman dan rencana ke depannya diantaranya:(a)membuat RPP yang manggammbarkan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran,(b)memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar dan kondisi siswa,(c)membuat LKS yang didalamnya terangkum semua proses pembelajaran yang membimbing peserta didik untuk dapat menggunakan konsep yang telah mereka pahami untuk mendapatkan/menemukan konsep baru,(d)meningkatkan kemampuan untuk dapat lebih memahami kondisi peserta didik,(e)meningkatkan kemampuan untuk dapat mendokumentasikan perkembangan kemampuan peserta didik,(f)meningkatkan kualitas komunikasi dengan teman sejawat sebagi usaha mencari dan menemukan solusi dalam mengahadapi peserta didik yang cenderung bermasalah,(g) memamfaatkan secara maksimal MGMP matematika untuk mengembangkan kemampuan pembelajaran, dan (h)senantiasa merefleksi setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Selama ini saya baru bisa:(a)menjalin hubungan dengan peserta didik,melalui kuisioner atau dialog lansung di dalam kelas untuk mengetahui kondisi psikologis dan keinginan mereka dalam pembelajaran matematika tanpa pendokumentasian,(b)menciptakan rasa nyaman ketika pembelajaran berlansung dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengungkapkan hasil pemikirannya tanpa memberikan komentar benar atau salah,(c)memcoba membuat LKS,dan(d)memcoba membuat alat peraga sederhana.
Dari pengalaman pembelajaran selama ini,saya baru melihat dan mendapatkan informasi dari beberapa peserta didik,diantaranya:(a)mereka merasa nyaman ketika belajar,dengan alasan tidak merasa tegang ketika belajar(b)adanya peningkatan minat belajar matematika hanya pada beberapa siswa,(c)belum tercapainya kompetensi yang diharapkan,(d)adanya kesenjangan yang relatif tinggi antara siswa yang mampu melakukan pembelajaran dengan siswa yang masih belum dapat mengikuti proses pembelajaran.
Refleksi diri
Diawali dengan semangat mendapatkan pencerahan,di tengah perjalanan kuliah perencanaan pembelajaran matematika sempat mengalami kebingungan,karena ada alur berpikir dosen yang belum nyambung dengan pemikiran saya.Seiring berjalannya waktu,secercah cahaya mulai ku lihat,kini semangat mendapat pencerahan muncul kembali.Setelah mencoba merefleksi diri,ternyata sungguh sangat memilukan.Selama ini saya menjadi seorang pendidik matematika baru sampai lebel luar saja,namun hakekat seorang dari seorang pendidik matematika belumlah sampai.Dengan senantiasa melakukan usaha dan usaha menuju perbaikan semoga hakekat sesungguhnya dari seorang pendidik matematika dapat saya gapai.Semoga...
Kualitas ke dua matematika
Untuk dapat mencapai kualitas ke dua matematika tentunya memerlukan proses yang memadai,diantaranya:adanya perubahan paradigma pada diri seorang pendidik,menambah keilmuan secara kontinu,menggali dan merefleksi setiap pengalaman khususnya dalam bidang pendidikan,meningkatkan kreativitas pembelajaran,senantiasa berinovatif dalam pelaksanaan pembelajaran,berinteraksi secara fleksibel baik dengan rekan sebidang studi maupun dengan rekan seprofesi lainnya.
Label:
Pembelajaran Matematika SMP
Langganan:
Postingan (Atom)
